T: 1. Setelah seseorang meninggal dunia, biasanya keluarga meminta kepada warga untuk mendoakannya selama beberapa hari, atau pada waktu-waktu tertentu. Dalam tuntunan agama, siapakah yang wajib atau paling berhak mendoakan seseorang yang sudah meninggal? 2. Bacaan Yasin, dzikir, dan shalawat Nabi bila dibaca secara khusus, bagi siapakah pahala dari kegiatan tersebut? 3. Apakah tepat membaca surat Yasin untuk arwah keluarga, mengingat Alquran diturunkan sebagai petunjuk, pedoman hidup, peringatan dan obat bagi jiwa umat yang masih hidup? Sugeng-Smg J: Siapa yang paling berhak mendoakan orang yang sudah meninggal? Yang paling berhak adalah keluarganya. Allah berfirman: ''Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...''(QS At-Tahrim (66): 6). Makna luas kata ''menjaga'' dalam ayat ini, tidaklah sebatas menjaga keluarga yang masih hidup di dunia ini dari melakukan perbuatan yang dilarang Allah, tetapi juga menjaga keluarga yang sudah meninggal dengan mendoakannya agar mendapat ampunan Allah dan terhindar dari siksa api neraka. Sedangkan yang paling berhak mendoakan dari lingkungan keluarga, adalah anak. Sebagaimana diperintahkan Allah, ''Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu-bapak) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah 'wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil','' (QS Al-Isra (17): 24). Nabi Ibrahim AS berdoa: ''Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang mukmin pada hari terjadinya hisab.'' (QS Ibrahim (14): 41), demikian pula doa Nabi Nuh AS: ''Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.'' (QS Nuh (71): 28). Doa anak shaleh inilah yang oleh Nabi Muhammad SAW dinyatakan bisa mengalirkan pahala bagi orang yang sudah meninggal, di samping shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari. Pahala dari membaca Alquran, dzikir, shalawat Nabi SAW ataupun amal saleh yang lainnya, tentunya untuk orang yang melakukannya (QS Al-Baqarah (2): 134, 141). Namun, jikalau orang yang membacanya meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang yang ia kehendaki untuk meringankan dosanya atau memohon ampunan Allah untuknya, baik orang yang dikehendaki itu masih hidup maupun sudah mati, maka hal tersebut diperbolehkan. Perbuatan ini bisa dikategorikan sebagai tawasul dengan amal saleh, yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Contohnya, seseorang berkata: ''Ya Allah, dengan bacaan Alquran ku tadi, dan dengan shalawat yang telah aku baca, maka berilah ampunan kepada si A dan si B''. Tawassul dengan amal saleh ini memiliki dasar dalam Alquran, Allah berfirman: ''Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.'' (QS Ali Imran (3): 16), dan firman-Nya: ''Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu', kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.'' (QS Ali Imran (3): 193). Ayat di atas dikukuhkan oleh hadis shahih riwayat Bukhari-Muslim tentang tawassul-nya tiga orang ashab al-ghar (orang-orang yang terperangkap dalam gua). Maka, membaca Alquran (surat Yasin) dengan niat ber-tawassul untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, tidaklah melanggar syariat, dan bahkan sesuai dengan petunjuk Alquran dan Hadis. Dipilihnya surat Yasin, sebagai surat favorit untuk mendoakan orang yang meninggal, karena diyakini memiliki fadhilah (keutamaan) khusus di antara surat-surat lainnya. Nabi Muhammad SAW bersabda: ''Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati (qalb), dan hati Alquran adalah (surat) Yasin'' (HR Tirmidzi). Namun bisa jadi, suatu jamaah ingin membaca Alquran secara keseluruhan, sementara karena pertimbangan waktu, maka cukup membaca surat-surat sedang saja, yang oleh Nabi SAW dikatakan memiliki keutamaan lebih dibanding surat-surat lainnya. Surat-surat tersebut, antara lain, al-Fatihah, Yasin, al-Mulk, al-Waqi'ah, al-Kahfi, dan lain-lain. Hadis-hadis tentang keutamaan surat-surat Alquran ini, dan pendapat ulama tentangnya, dapat dibaca dalam Khazinat al-Asrar halaman 93 dan seterusnya